Merupakan perkara yang masyhuur di kalangan masyarakat Indonesia
bahwa rokok hukumnya adalah makruh (dibenci) saja dan tidak sampai
haram. Karena hukumnya hanya dianggap makruh maka berlomba-lombalah
masyarakat untuk merokok. Bahkan para ustadz dan para kiyai pun tidak
kalah dalam semangat merokok. Tidak jarang pengajian-pengajian yang
dipenuhi kebulan asap rokok !!!. Bahkan ada yang berkata, "Justru rokok
ini sunnah bagi saya, kalau saya tidak merokok maka kepala saya pening
dan tidak bisa menyampaikan materi pengajian dengan baik ??!!".
Fenomena
yang unik pula, ternyata sebagian pondok-pondok mendapatkan salah satu
pemasukan terbesar dari hasil penjualan rokok di dalam pondok??!!.
Jika para santri begitu semangat mengebulkan asap rokok.., jika
para ustadz dan kiyai tidak kalah semangatnya…-sementara mereka adalah
panutan masyarakat- maka sangatlah wajar jika masyarakat akhirnya
berlomba-lomba memperbanyak kebulan asap rokok ??!!
Tidak aneh jika fatwa MUI tentang haramnya rokok ditolak mentah-mentah oleh sebagian kiyai. Simak berikut ini :
((INILAH.COM,
Jakarta - Fatwa rokok haram yang dikeluar MUI dinilai melecehkan para
kiai perokok yang ada di pondok pesantren. Karena secara tidak langsung
para kiai yang menyebarkan agama itu dianggap haram.
"Ketika
rokok diharamkan, maka dari sisi santri pondok pesantren, fatwa itu
dianggap tidak menghormati atau melecehkan kiai-kiai," kata Pimpinan
Ponpes KH Abdurrahman Wahid, Gus Nuril, dalam acara 'Kongkow bareng Gus
Dur' di Kedai Tempo, Jakarta, Sabtu (31/1).
Menurut Gus Nuril,
kalau di pesantren, tidak lengkap kalau tidak minum kopi dan merokok.
Jadi kiai-kiai itu kalau dicium tangannya, maka yang akan tercium adalah
bau rokok.
"Kalau kiai-kiai yang menyebarkan generasi penerusnya
Wali Songo dianggap ahli haram. Bisa dibayangkan, ini mengerikan,
kiai-kiai yang menawarkan surga dianggap kiai-kiai haram," ujarnya…))
(silahkan lihat di
http://nasional.inilah.com/read/detail/80236/fatwa-rokok-haram-lecehkan-kiai#.UZhGYkqIZbI)
Jika dianggap hukum rokok adalah "makruh" (dibenci oleh Allah), maka
semestinya para ustadz dan para kiyailah yang menjadi tauladan untuk
meninggalkan dan menjauhi rokok yang dibenci oleh Allah…, bukan malah
sebaliknya !!!
Terlebih-lebih lagi jika ternyata rokok hukumnya
haram !!! Terlebih lagi ternyata banyak ulama syafi'iyah dengan tegas
menyatakan akan keharaman rokok !!!
Tentunya kita tidak mendapati
pembahasan tentang rokok di kitab-kitab fikih klasik dari madzhab
Syafi'iyah, karena memang rokok munculnya belakangan. Karenanya kita
hanya mendapatkan perkataan para ulama mutaakhirin (belakangan) yang
membicarakan tentang rokok. Diantara para ualma syafi'iyah mutaakhirin
yang berbicara tentang hukum rokok adalah Ibnu 'Allaan yang wafat tahun
1057, Najmuddin Al-Gozzy yang wafat tahun 1061, Al-Qolyuubi yang wafat
pada tahun 1069, dan Al-Bujairimy yang wafat pada tahun 1221. Keempat
ulama madzhab syafi'iyah ini jelas menyatakan akan haramnya rokok.
Berikut ini perkataan mereka :
(1) Ibnu 'Allaan Al-Bakriy As-Shiddiiqiy Asy-Syaafi'i
(wafat 1057 H) rahimahullah telah menulis sebuah kitab khusus tentang
pengharaman rokok yang beliau beri judul إِعْلاَمُ الإِخْوَانِ
بِتَحْرِيْمِ تَنَاوُلِ الدُّخَانِ (Pemberitahuan kepada
saudara-saudaraku akan haramnya merokok)
Beliau berkata dalam kitab tersebut :
وقد
اتَّفق العلماءُ على حِفْظ العقول وصونها من المغيِّرات والمخدِّرات،
وكلُّ مَن امتصَّ هذا الدخان مقرٌّ بأنَّه لا بدَّ أن يدوخ أوَّلَ تناوله،
ويكفي ذلك دليلاً على التحريم؛ لأنَّ كل ما غيَّر العقل بوجه من الوجوه، أو
أثَّر فيه بطريق تناوله – حرامٌ
"Para ulama telah sepakat
tentang penjagaan akal dan melindunginya dari perubah-perubah dan
pembuat melayang. Dan semua orang yang mengisap rokok mengakui
bahwasanya ia pasti pening tatkala pertama kali mengisap rokok. Maka hal
ini sudah cukup sebagai dalil/argumen akan haramnya rokok. Karena semua
perkara yang merubah akal dengan model apapun atau mempengaruhi akal
dengan mengonsumsinya maka hukumnya adalah haram" (Dinukil dari kita
Ad-Dalaail al-Wadhihaat hal 169)
(2) Syihabuddin Ahmad Al-Qolyuuby Al-Mishri (wafat 1069 H) rahimahullah, beliau berkata :

"Dan
perkataannya ((Dari Al-Banj (sejenis tumbuhan yang bisa digunakan untuk
membius)…)), dan semisalnya dari segala sesuatu yang mengandung
pembiusan dan menutup akal, maka adalah suci meskipun haram untuk
dikonsumsi. Karenanya sebagian guru-guru kami berkata, "Diantaranya
adalah dukhon (rokok) yang sudah mashyur". Dan demikianlah hukum rokok,
karena rokok membuka saluran-saluran tubuh dan
memudahkannya untuk menerima penyakit-penyakit yang memberi kemudorotan.
Karenanya timbul keriputnya kulit, batuk-batuk (sesak nafas), dan yang
semisalnya. Bahkan terkadang bisa mengantarkan kepada kebutaan,
sebagaimana yang dilihat dan dirasakan. Orang yang dipercaya telah
mengabarkan bahwasanya rokok mengakibatkan peningnya kepala juga.
Tentunya tidak samar lagi bahwasanya hal ini lebih memudhorotkan
daripada al-makmuur yang telah diharamkan untuk dikonsumsi oleh
Az-Zarkasyi rahimahullah dikarenakan bahayanya" (Haasyiyah al-Qolyuubi
1/69)
Al-Makmuur adalah daging yang dipanggang akan tetapi
ditutup sejak awal dipanggang sehingga asapnya terkumpul pada daging
tersebut. Hal ini bisa menimbulkan kemudhorotan bagi tubuh jika
dikonsumsi (Lihat Tuhfatul Mujiib 'Alaa Syarhil Khothiib 5/234).
Jika
asap yang terkumpul pada daging yang sudah masak saja diharamkan oleh
Syaikhul Islaam Zakariya Al-Anshori, maka bagaimana lagi asap murni yang
dihirup oleh paru-paru??!
(3) Sulaiman bin Muhammad bin Umar Al-Bujairimi (wafat 1221 H) rahimahullah, beliau berkata :

Perkataan beliau (Al-Khthiib Asy-Syarbiny) : ((Dan
diharamkan apa yang memudorotkan badan
atau akal)), dari sini diketahui haramnya rokok yang masyhuur, karena
apa yang diberitakan oleh orang-orang yang terpercaya bahwasanya rokok
menimbulkan kebutaan, …dan meluasnya saluran-saluran tubuh". Dan
perkataannya ((Apa yang memudorotkan tubuh)), Al-Adzro'i berkata : Yang
dimaksud dengan kemudhorotan yaitu yang jelas yang biasanya tidak bisa
dihadapi, dan bukan semua jenis kemudhorotan secara mutlak"
(Haasyiah
Al-Bujairimy 'alaa al-Khothiib/Tuhaftul Mujiib 'Alaa Syarhil Khothiib
5/233, terbitan Daarul Kutub al-'Ilmiyah, Beirut, Lebanon, cetakan
pertama 1417)
(4) Najmuddin Muhammad bin Muhammad Al-Gozzy (wafat 1061 H) rahimahullah, beliau berkata :
والتوتون
الذي حدث ، وكان حدوثه بدمشق سنة خمس عشرة بعد الألف يدعى شاربه أنه لا
يسكر ، وإن سلم له فإنه مفتر وهو حرام ، ... وليس من الكبائر تناوله المرة
أو المرتين ، أي بل الإصرار عليه بكون كبيرة كسائر الصغائر
"Dan
At-Tutun (jenis rokok-pen) yang muncul, dan kemunculannya di Damaskus
pada tahun 1015 H, yang pengisapnya mengaku bahwa tidak memabukkan, maka
meskipun pengakuan ini diterima darinya akan tetapi rokok ini
melemahkan dan dia haram hukumnya…
Mengonsumsinya bukanlah dosa
besar, jika sekali atau dua kali, akan tetapi jika terus-terusan maka
jadilah dosa besar sebagaimana kondisi dosa-dosa kecil yang lainnya
(yang jika dikerjakan terus menerus maka menjadi dosa besar-pen)"
(Dinukil oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim dalam Fataawa wa Rosaail
Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh 12/79)
(5) Sulaiman bin Umar Al-Jamal (wafat 1204 H) rahimahullah, beliau berkata :

"Guru
kami Al-Laqqooni berkata : "Diantaranya mengisap rokok yang ma'ruf
sekarang". Guru kami berkata, "Dan demikianlah hukumnya (yaitu
haram-pen)"... Telah dikatakan bahwasanya rokok membuka saluran-saluran
tubuh dan mempersiapkannya untuk menerima zat-zat yang memberi
kemudorotan. Dan menimbulkan keriput dan sesak nafas dan yang
semisalnya. Bahkan bisa jadi menyebabkan kebutaan sebagaimana kenyataan
yang dilihat. Orang yang aku mempercayainya telah mengabarkan kepadaku
bahwa rokok menyebabkan pusing kepala, dan bahayanya lebih banyak
daripada bahaya al-makmuur yang telah diharamkan oleh Az-Zarkasyi untuk
mengkonsumsinya.
Guru kami Al-Baabili berkata,
"Mengisap
rokok adalah halal, dan keharamannya bukan karena pada dzat rokoknya
akan tetapi karena ada akibat (buruk) yang datang". Guru kami berkata,
"Rokok tidaklah haram dan tidak pula makruh". Dan disetujui
oleh guru kami Asyubramalsi" (Haasyiyah al-'Allaamah Asy-Syaikh Sulaiman
Al-Jamal 'alaa Syarhil Minhaaj 1/170)
Dari pernyataan
ini nampak bahwa ada sebagian ulama syafi'iyah yang memandang rokok
haram karena ditinjau dari akibat yang timbul, bukan pada dzatnya. Akan
tetapi hakekat pendapat ini pada akhirnya berujung pada haramnya rokok.
Adapun
pendapat yang menyatakan bahwa rokok tidak haram dan juga tidak halal,
jika maksudnya bahwa rokok hukumnya adalah halal maka sungguh jauh
pendapat ini dari kebenaran. Demikian pula sebagian ulama yang memandang
bahwa rokok hukumnya hanyalah makruh, maka hal ini berangkat dari
kekurang pahaman akan bahaya rokok. Barang siapa yang menelaah
penjelasan para dokter dan pakar bahan kimia tentang bahaya rokok dan
akibat-akibat yang bisa ditimbulkannya maka tentunya dia tidak akan ragu
lagi dengan haramnya rokok. (Terlalu banyak artikel di dunia maya yang
menjelaskan akan bahayanya rokok, diantaranya bisa di baca di
http://www.sahabatsehat.info/2012/12/bahaya-rokok.html)
DALIL HARAMNYA ROKOK
Ada
suatu perkara yang diharamkan hanya karena ditinjau dari satu sisi, dan
ada pula suatu perkara yang diharamkan karena ditinjau dari banyak
sisi. Rokok adalah perkara yang diharamkan karena banyak tinjauan,
padahal satu tinjauan saja sudah cukup untuk mengharamkan rokok, apalagi
ternyata banyak tinjuan dan sebab yang mengharamkan rokok.
Sebab-sebab pengharaman rokok tersebut diantaranya :
Pertama : Membahayakan kesehatan tubuh
Seluruh dokter di dunia ini tentunya sepakat bahwa dalam sebatang rokok
mengandung berbagai macam racun yang sangat berbahaya bagi jantung dan
kesehatan tubuh. Bahkan penelitian-penilitian menunjukkan tingginya
angka kematian akibat konsumsi rokok.
Kesehatan tubuh yang kita
miliki adalah amanah dari Allah yang akan dimintai pertanggung jawaban
dari kita pada hari kiamat kelak.
Allah berfirman :
وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
"Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan" (QS Al-Baqoroh : 195)
Allah juga berfirman :
وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
"Dan janganlah kamu membunuh dirimu, Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu" (QS An-Nisaa' : 29)
Karenanya
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang memberi
kemudhorotan pada dirinya apalagi sampai membunuh dirinya.
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
وَمَنْ
تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِي يَدِهِ يَتحَسَّاهُ فِي
نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا
"Barang
siapa yang mengkonsumsi racun sehingga membunuh dirinya maka racunnya
tersebut berada ditangannya untuk dikonsumsinya di neraka jahannam kekal
selama-lamanya" (HR Al-Bukhari no 5778 dan Muslim no 109)
Meskipun
jasad dan kesehatan adalah milik kita, akan tetapi hakekatnya adalah
amanah yang Allah bebankan kepada kita, maka tidak boleh kita merusaknya
seenaknya.
Kedua : Merokok mengganggu orang lain
Tentunya seorang muslim yang baik adalah yang tidak mengganggu orang
lain. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
"Muslim (yang hakiki -pen) adalah yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya" (HR Al-Bukhari no 9 dan Muslim no 41)
Nabi juga bersabda :
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
"Tidak ada kemudhorotan terhadap diri sendiri dan tidak juga kepada orang lain" (HR Ibnu Maajah no 2331 dan dishahihkan oleh Al-Albaani)
Betapa
banyak orang yang terganggu dengan kebulan asap rokok, sementara betapa
sering kita melihat rasa malu telah hilang dari para perokok. Mereka
tetap saja merokok dengan santainya dan –tanpa rasa malu- tidak
memperdulikan orang-orang yang batuk disekitarnya akibat asap rokoknya.
Bahkan terkadang seorang perokok tidak memperdulikan anak-anak yang
batuk-batuk, atau bayi yang batuk dan terganggu nafasnya karena
menghirup sampah rokok yang keluar dari mulut sang perokok.
Demikian
juga begitu bau aroma yang keluar dari mulutnya tatkala sang perokok
sholat berjama'ah, aroma yang sangat tidak mengenakan tersebut sangat
mengganggu orang yang ada disamping kanan dan kirinya yang tidak kuat
menghirup uapan bau mulut sang perokok !!, konsentrasi jadi buyar,
kekhusyu'an pun lari terbirit-birit !!!
Bahkan sebagian ulama
berpendapat bahwa seorang perokok tetap tidak boleh masuk masjid
(dianalogikan dengan orang yang makan bawang) meskipun tidak ada orang
lain yang berjamaah bersamanya. Karena yang terganggu bukan hanya
manusia, bahkan malaikat yang ada di masjid juga merasa terganggu.
Ketiga : Merokok adalah bentuk tabdziir dan isrof (boros)
Kalau ada seseorang yang membakar uangnya setiap hari 5 ribu saja maka
sepakat semua orang bahwa perbuatan orang tersebut adalah perbuatan yang
sia-sia. Ternyata kita dapati jumlah batang rokok yang dihisap oleh
para perokok variatif, mulai dari beberapa batang rokok sehari, hingga
bisa sebunggkus rokok atau dua bungkus rokok sehari. Tentunya ini
merupakan bentuk tabdziir. Harta yang kita miliki adalah amanah dari
Allah dan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah kemanakah kita
habiskan !!
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
لَا
تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ
أَرْبَعٍ : عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا
عَمِلَ فِيهِ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا
أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ
"Tidak akan
bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya
tentang 4 pertanyaan, (1) Tentang umurnya kemana ia habiskan, (2)
tentang ilmunya apa yang telah ia amalkan, (3)
Tentang hartanya dari mana ia memperolehnya dan kemana ia habiskan, dan (4) Tentang tubuhnya kemana ia gunakan"
Sudah
siapkah seorang perokok menjawab pertanyaan Allah, kemana ia habiskan
uangnya??!! Apakah ia tidak malu kalau menjawab, "Untuk beli rokok yaa
Allah" ??!!
Keempat : Kesepakatan manusia seluruhnya bahwa rokok adalah perkara yang buruk
Allah berfirman :
الَّذِينَ
يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ
مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ
بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ
الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ
"(Yaitu)
orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka
dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang
menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari
mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik
dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk" (QS Al-A'roof : 157)
Saya rasa tidak ada yang menyelisihi tentang pernyataan bahwasanya rokok adalah suatu yang buruk..!!
-
Buruk…, karena menyebabkan penyakit kanker…, bahkan berbahaya bagi
wanita yang menyusui dan juga bayi yang disusuinya !!
- Buruk…, karena menyebabkan kuningnya gigi bahkan hitamnya gusi !!
- Buruk…, karena merusak paru-paru, jantung, dan darah…
- Dan masih banyak keburukan-keburukan yang lainnya
Karenanya
secara fitrah tidak seorang perokok pun yang tatkala hendak merokok
lalu mengucapkan "Bismillah…", dan tidak seorang perokokpun yang setelah
merokok lalu mengucapkan "Alhamdulillah".
Yang anehnya…tidak
pernah kita dapatkan seseorang masuk ke dalam toilet sambil mengkonsumsi
sesuatu…bahkan betah berlama-lama dalam toilet tersebut sebagaimana
seorang perokok yang mengebulkan asap rokoknya dalam toilet sehingga
betah dalam waktu yang lama !!??
Karena buruknya rokok, maka ada beberapa manfaat yang timbul karena rokok, diantaranya :
- Rokok menyebabkan awet muda…karena diantara perokok ada yang telah meninggal dunia sebelum mencapai masa jompo.
-
Rokok melindungi rumah pengisapnya dari masuknya maling. Karena sang
maling tidak berani masuk tatkala mendengar bahwa sang perokok pemilik
rumah terus batuk sepanjang malam dan tidak bisa tidur
-
Rokok menghemat belanja rumah tangga. Hal ini karena uang yang
seharusnya digunakan untuk membeli belanjaan rumah telah berkurang untuk
membeli rokok, sehingga sang istri terpaksa hemat untuk belanja
-
Memberikan income besar untuk negara, karena perokok biasanya mulutnya
bau dan gusinya hitam, jadi beli banyak pasta gigi dan sikat gigi,
pabriknya jadi tambah besar. Belum lagi masukan untuk rumah sakit, dan
menambah masukan bagi dokter paru-paru dan jantung
- Dokter gigi juga semakin banyak rezeki karena banyak pasiennya yang ingin membersihkan bekas rokok di gigi serta gusi
- Mengembangkan kontraktor karena semakin banyak menerima order untuk membangun ruangan khusus perokok di gedung-gedung